Tuliskan Saja Puisi

Hari ini ga sengaja gw buka notes di FB dan nemu puisi ini. Sebuah puisi yang sempet gw buat jaman gw masih labil. I thought that I want to share this one to you all guys, so, enjoy! ^^

– Tuliskan Saja Puisi –

Aku ingin menghabiskan malam ini
menandai setiap detik tanpa mimpi
menanti mentari tertawa kembali
Aku ingin menikmati kegalauan diri
mendesahi waktu yang berlari
merenungi hari yang tak henti

“Bagaimana caraku berseri?” tanya hati

Tuliskan saja puisi
selagi datang inspirasi
selama akal bernyanyi
dengan malam dalam sunyi

Tuliskan saja puisi,
selagi dirimu menanti

                                                                      — Qeis —

And that’s that lol. Baca ini, gw merasakan kesan yang sama kalau gw baca puisi John Keats yg O love me truly dan When I have fears. Bukan dari kemampuan menjalin kata-katanya tapi dari perasaan akan kegalauan dan kesepian hidup. Ga heran gw suka John Keats hehe.

Menurut kuliah madam Okke dulu (analisis lirik lagu satu satu aku sayang ibu), huruf I yang membentuk mulut menjadi lebar dan tertutup oleh gigi menandakan kondisi mental terkurung dan gritting teeth through something. And those last verse, “Tuliskan saja puisi selagi dirimu menanti” gak heran gw sangat into Haiku. Mungkin, ketika yang gw nantikan telah datang, gw akan berhenti menganggap setiap tweet gw sebagai sebuah Haiku. Mungkin, puisi adalah mekanisme pertahanan diri yang dimunculkan otak untuk mengusir sepi. Entah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s